Diduga Proyek Jakpro Telah Melanggar, Dan Dipertanyakan Oleh Anggota DPRD Gani Suwondo.SH.MH

 

 

Jakarta, SuaraRepubliknews.co – Berdirinya proyek pusat kuliner di Jln Pluit Karang Indah Timur, Sekitar 800 meter berdiri pusat kuliner. Adapun beberapa plang terlihat berdiri di belakang pagar dan sejumlah spanduk yang menerangkan tentang pusat kuliner tersebut.

 

Nampak jelas terlihat PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di papan plang itu, berisi informasi bahwa lahan tersebut dimiliki, proyek pusat kuliner telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

 

Pihak DPRD pun, meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menghentikan proyek tersebut karena dinilai berdiri di atas zona hijau.

 

Area proyek tersebut terlihat dilintasi kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berada diatas pinggir kali.

 

Gani Suwondo SH. MH. sebagai anggota DPRD dari praksi PDI Perjuangan di komisi A menyampaikan , sebenernya di wilayah tersebut wacananya akan di bangun RTH waktu Jaman nya pak Ahok sebelumnya Gubernur yang sekarang , entah kenapa sekarang di bangun pusat kuliner, Jelas disitukan zonanya hijau dan peraturannya jelas sudah dituangkan peraturan pemerintah,” katanya lewat data selulernya, Selasa (18/12/2018)

 

Peraturan Pemerintah no 26 tahun 2008. Peraturan Menteri PU no 05 / PRT / M / Tahun 2008. Perda no 1 tahun 2012. Perda no 1 tahun 2014. Semuanya telah mengatur agar kepala daerah melaksanakan Tata Ruang sesuai peruntukannya, khusus untuk RTH harus diperbanyak terus hingga tahun 2030, bukan malah dialihfungsikan buat pembangunan diluar peruntukan RTH,” tambahnya.

 

Dengan berdirinya Pusat kuliner akan berdampak pada Aspek Sosial pengguna Jalan itu sendiri, yang akan menimbulkan kemacetan .Karena sekarang jalan tersebut sudah diberlakukan satu arah bagi kendaraan yang akan melintas.

 

Warga Rw 12 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saya tidak menolak dengan adanya Pusat Kuliner, yang penting peruntukannya jelas untuk UKM, warga hanya keberatan bila pusat kuliner tersebut dijadikan tempat kuliner yang mewah,”kata warga di sekitar Rw 12 (18/12/2018)

 

Ganni juga mempertanyakann tentang keberadaan Tim Gubernur dalam Percepatan Pembangunan (TGUPP) sebagai aparat yang lebih dekat dengan Gubernur.

 

“Terus TGUPP pada kemana? Apa kerjanya TGUPP selama ini? Bukankah mereka yang seharusnya memberi masukan kepada Gubernur tentang pembangunan di Prov DKI Jakatta? Harusnya mereka dapat bekerja secara maksimal sesuai peran & fungsi pembentukannya untuk membantu kepada Gubernur Anies, agar pembangunan lebih terarah & tepat sasaran,” pungkasnya.

 

Penulis : Nano

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply