(LTMI PB HMI) Bidang Penelitian dan Kajian Menyelenggarakan “Ngopi Teknologi” Bertajuk “Masa Depan Blockchain dan Cryptocurrency di Indonesia

Jakarta – Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LTMI PB HMI) bidang penelitian dan kajian menyelenggarakan kegiatan “Ngopi Teknologi” bertajuk “Masa Depan Blockchain dan Cryptocurrency di Indonesia”, bertempat di sekretariat PB HMI jalan Sultan Agung no.25 A pada hari Jumat, 1 februari 2019. Kegiatan “Ngopi Teknologi” kali ini merupakan gelaran kedua setelah sebelumnya membahas RUU Penyiaran.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dihadiri oleh Togar Pasaribu selaku Direktur Eksekutif LTMI PB HMI, dan Aidil Afdan Pananrang selaku Direktur Penelitian dan Kajian LTMI PB HMI, beserta puluhan kader HMI sebagai peserta diskusi. Beberapa pengurus LTMI cabang Bandung turut hadir dalam diskusi ini.

Dalam kegiatan itu paparan materi disampaikan langsung oleh Bapak Mochamad James Falahuddin, selaku Direktur Eksekutif Indonesia Blockchain Society (IBS).

“Potensi pengembangan blockchain kedepan sangat besar dan hampir mencakup segala aspek kehidupan. Berawal dari transaksi keuangan, nanti dapat merambah ke pencatatan pertanahan, identitas, dan lain-lain. Blockchain berusaha untuk mengefisiensikan segala jenis transaksi dengan menghilangkan third party” papar James, yang juga merupakan CEO dari PT. Codephile Rekadaya Mandiri.

Ia menjelaskan, jika berbicara mata uang kripto pada prinsipnya memiliki tiga sifat, yaitu ia berupa uang digital, tidak ada otoritas regulator, dan data yang terenkripsi. Namun banyak juga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan tren mata uang kripto ini untuk melakukan skema-skema penipuan dengan iming-iming investasi, memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Untuk itu, LTMI PB HMI akan konsisten memberikan nutrisi wawasan kepada kader-kader HMI dalam hal pengembangan keteknologian. Ia menekankan bahwa dalam masa Revolusi Industri 4.0 pemuda harus cepat beradaptasi dan mengamati fenomena yang terjadi, agar bisa mendapatkan keuntungan bukannya dirugikan dari percepatan Teknologi.

“Kita berharap kader-kader HMI terus bisa mengembangkan keprofesiannya, dalam hal ini meningkatkan keilmuannya dalam bidang Teknologi, karena tak dapat dipungkiri perkembangan teknologi akan bersinggungan langsung dengan pola kehidupan Masyarakat” tambahTogar Pasaribu.

Sementara, Aidil Afdan Pananrang selaku Direktur Penelitian dan Kajian LTMI PB HMI menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat perihal potensi pengembangan tren teknologi terbaru, agar masyarakat pada umumnya dan kader-kader HMI pada khususnya memiliki wawasan yang luas dalam konteks keteknologian, dan dapat mempersiapkan diri untuk tantangan di masa yang akan datang.

“Patrick M Bryne menyatakan bahwa setelah masa disrupsi internet, akan ada fase disrupsi yang sama signifikannya ketika Internet diperkenalkan, yaitu disrupsi Blockchain. Mungkin hari ini belum begitu masif kita rasakan, namun dimasa mendatang teknologi ini akan semakin mature dan berkembang. Kita sebagai bangsa yang besar jangan mau tertinggal, harus mengambil peran dalam pengembangan sistem ini”, papar Aidil yang juga baru pulang dari Inggris selaku delegasi Indonesia di ajang Oxford dan Cambridge Model United Nations.

Diketahui, kegiatan Ngopi Teknologi ini dijadwalkan akan berlanjut pada gelaran ketiga di waktu-waktu yang akan datang yang membahas dan mengkaji perkembangan-perkembangan teknologi terbaru sebagai wadah peningkatan wawasan dan kapabilitas kader HMI dan pemuda Indonesia.(Badrul)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply